Long time no write...
I guess writing is one of the best thing that happened in my life. It helps me a lot to undepressed me (just ignore the grammar).
Haaah, I depressed in these days.
One of my friend stop contacts me, after going abroad. She has no idea how much I miss her and need to talk like we used to.
The same wavelength? It just another random title. Well, I heard this once, or I read it, (I forgot)
But they say, that people who likes you actually reflects yourself. I mean, if you are a kind person, then a kind person gonna love you back, and so on.
But there's one thing that disturb my mind. Why people who likes me ussually are not brave enough to say they likes me directly. More often, they tend to use text message rather than directly speaking to me. 3 person supposed to talk to me directly... But... They failed, and in the end... They used text messages.
It's not a problem at all!
Something that disturb me is then I'm also not brave enough to speak directly to the person I like, that I love him? Oh, very well!
Also, the one who tend to like me is kinda people who have this categorization: nerd, badass, gamer, otaku, and so on. I expect too much to myself. I thought I was cool and out standing but in reality , not.
Guess what? I need to not look down on others and see the "same wavelength" in others who likes me, to reflect myself.
Senin, 16 Maret 2015
Jumat, 02 Agustus 2013
that loneliness...
it's definitely my fault...
dunno, maybe there's somtin' wrong with me.
I don't have a friend that support me.
my family seems doesn't like what I'm doing or what my dreams are...
they don't understand, I never explain it either.
life is just suck...
I want to have a group of friends.
a people who can share with... have same interest...
but in this world...
no one seems can be my friend...
I'm all alone.
I only talk with God in my heart...
even I know, God not response me directly...
but I need someone who can interact with me...
I need a place where I belong.
a place that receive me for being who I am...
Rabu, 17 Juli 2013
Perjuangan yang terbayar~
ano ne......
ningkatin mutu 4 matkul sekaligus itu susah...
saya pernah mau nyerah gara-gara fisik ga kuat,
beban mental punya rival yang bahkan ga ngakuin atashi rival...
tapi setelah semua terbayar... rasanya lega...
sampe keyboard di PC kejatuhan air yang keluar dari sesuatu yang bisa melihat~
tapi aku puas dengan semua ini...
aku puas dengan apa yang aku lakukan bisa terbayar...
kebanyakan orang hanya bisa mengguruiku tanpa tahu perjuanganku...
aku benci orang seperti itu...
tau apa mereka tentang aku?
pantaskah kalian berkata tidak adil ketika seseorang yang menurut kalian bodoh menerima nilai di atas kalian?
bandingkan saja dengan hal-hal ini...
dia belajar ketika kalian sedang asyik bermain game atau hangout di mall
dia terjaga menghapal ketika kalian sedang tertidur pulas
mental dan batinnya tersiksa ketika kalian sedang asyik2nya menghamburkan uang...
bahkan dia harus mengikhlaskan apa yang harusnya bisa ia miliki menjadi milik orang lain...
Selasa, 25 Desember 2012
Today~ :D
Konnichiwa minna-saaan~
yeah, it's christmas, I know it!!
have u got ur present already??
well yeah, today I watched a movie, "body languange"
it's an old movie I know that for sure...
but I'm just like it! It has a good story...
even need more some elements in the end
but I love it!
I like Nina! She had a strong charateristic and I really love person like that...
watching dance movie, always make me want to practice, practice more...
but well, I can't find my crew here...
They are in their holiday too..
and in different cities~
Like me.. Im in my parents' house in Subang...
Rey, go to Tasik~
Radit? dunnoo.. maybe still in Lembang or go around with some of his friends~
Dinda? She go to her grandma's house in Cirebon...
I can't wait to gather together again in Bandung...
I wish everything gonna be okay with them..
ahaha, I just talk with Rey via SMS~
ask him to make uniform for us. He agreed it and ask me to make the design..
wth~ I can't make any good design for sure...
hahhahaa~ so exciting today...
and it's raining btw.. and full of thunder...
well yeah, I'm gotta go to do my task~
see you, readers!
Senin, 24 Desember 2012
Parallel School part 1/8 : new life beginning
Hari itu sedikit berawan dan berangin. Cuaca di bulan Oktober memang sudah mulai mendingin. Jendela kamarnya yang tidak ditutup membuat angin penasaran untuk mengintip sedikit dan Wuush... sang angin pun ternyata tidak tahan lagi untuk melihat apa yang ada di balik tirai biru muda tersebut.

"dingin..."
bukannya segera bangun, tapi gadis berambut pendek berwarna merah gelap itu kembali menarik selimutnya.
"hape-ku dimana sih? kok alarm-nya gak bunyi-bunyi ya?"
dengan malas ia mengambil handphone-nya yang terletak di atas lemari di samping tempat tidurnya.
"jam setengah lima... terlalu siang untuk bangun..." lalu ia pun menggosok-gosokkan matanya. Setelah mengenakan sandal kamarnya ia berjalan ke arah jendela kamarnya. Pemandangan yang luar biasa pun terlihat. Menara yang berbentuk spiral dan semakin menyempit ke atas dihiasi lampu-lampu cantik berwarna-warni, sangat kontras dengan warna langit di pukul setengah lima pagi.
"Menara itu tetap sama setiap kali aku melihatnya, iya kan Shiro?" gumamnya saat melihat kucing berumur setengah bulan itu menguap dari keranjang bambu tempat tidurnya.
"miuw?" tentu saja sang kucing tidak mengerti apa yang terjadi dengan umurnya baru setengah bulan.
"tidak apa, aku mengerti perasaanmu..." gadis tersebut tersenyum dan kembali menatap menara tersebut.
aku pasti akan mengungkap apa yang terjadi! pasti! ucap gadis itu dalam hati.
***
"Aiko? Seperti biasa kau bangun pagi sekali..." wanita muda berumur 24 tahun tersebut tidak terkejut dengan kemunculan Aiko yang tiba-tiba di pintu ruang makan. Bahasa yang masih terdengar formal. Selalu saja begitu, ujar Aiko dalam hati.
"tentu saja Tante, aku tidak ingin merepotkan selama aku berada disini." ujar Aiko sambil mengangkat teko yang sudah nyaring-nyaring berbunyi minta di angkat.
"hahaha, kau ini ada-ada saja. Merepotkan apanya? Kau sudah 13 tahun tinggal bersama tante disini..." dia tersenyum dan membuka oven dan segera saja wangi kue yang baru saja matang menyeruak.
"Reika sayang, kaulihat dimana aku meletakkan kunci mobilku?" seorang pemuda memasuki ruang makan dengan terburu-buru.
"Oh, aku juga tidak melihatnya... Maafkan aku sayang, aku masih sibuk dengan kue-kue kering ini... daripada memikirkan kunci itu, tolonglah sebentar cek kamar Akira karena sebentar lagi dia akan..."
perkataan Tante Reika terputus karena segera saja terdengar tangisan bayi yang sudah tidak sabar lagi.
"baiklah, angkat kuenya dan tiriskan di piring hijau itu... bukan yang biru, yang hijau.. hijau..."
tangisan Akira terdengar lagi dan Tante Reika tergopoh-gopoh menuju kamarnya.
"selamat pagi paman Robbert..." Aiko menatap laki-laki berambut orange itu dengan tatapan kaku.
"ya Aiko... selamat pagi... dan bisakah kau hentikan tatapan yang sama itu padaku?" Robbert mencoba tersenyum ramah pada Aiko.
"maaf, aku sudah terbiasa" Aiko membuang muka dan beralih untuk mengambil sekotak sereal di bufet atas.
"Kalau begitu, coba ubah saja pandangan itu..." Robbert mencoba menawarkan solusi. Dia tidak terlalu kosentrasi pada yang sedang ia kerjakan, sehingga dia menjatuhkan satu kue kering ke lantai dapur yang bersih.
"Aku tidak suka perubahan..."
"Hahh... semua yang ada di dunia ini akan berubah... cepat atau lambat... kau harus belajar untuk menerimanya nak..."
Aiko terdiam sejenak dan menatap semangkuk serealnya. Paman Robbert masih memunguti pecahan kue kering dan berusaha mencari sapu.
"Dimana benda sialan itu berada? Mengapa semua tidak ada di tempatnya?"
tepat begitu Paman Robbert menemukan benda bergagang coklat muda serta ijuk berwarna coklat kekuningan tersebut, Tante Reika datang menggendong Akira di pangkuannya. Aiko segera menghabiskan serealnya dan berdiri.
"Aku berangkat tante, paman... Dah Akira!" ujarnya terburu-buru sambil mengecup pipi Akira.
"Eh? secepat ini? Jangan lupa, bekal makan siang mu, Aiko!" Tante Reika melihat sekeliling agar secepatnya menemukan kotak bekal yang sudah ia siapkan.
"Jangan khawatir tan, aku sudah memasukkannya ke dalam tas" Aiko tersenyum dan menghilang dari balik pintu dapur. Tante Reika hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan anak itu.
"Anak itu... sama sekali tidak berubah..." gumam tante Reika pelan.
"Ia membenci perubahan bukan?" tanya Paman Robbert.
"kata siapa?" tante Reika balik bertanya.
"kata siapa?" tante Reika balik bertanya.
"kataku... dan paman... bufet ketiga dari kanan. Daah! Aku berangkat!" Aiko tiba-tiba muncul kembali di ruang makan dan tidak muncul kembali.
Paman Robbert membuka bufet tersebut dan berkata,
"Ah, kunci mobilku! Kemarin aku meletakkannya disini setelah makan malam."
***
Aiko Aozora (15)
6th Oct
like : cat, challenge, adventure, peace
dislike : change, differents, argue, chocolate
item : light blue crystal
ability : Demonic Water Guardian/ Angelic Wind Guardian/ Demange Ice
words : "I won't let you die here!"
pict source : http://www.varrell.com/wonderful-kitchen-dining-designs/wonderful-kitchen-dining-designs-image-02-orange-gray-deluxe-kitchen-cabinets/
http://imagethumbnails.milo.com/012/146/677/trimmed/12146219_30351677_trimmed.jpg
Langganan:
Postingan (Atom)
