Tampilkan postingan dengan label Poetry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poetry. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Maret 2012

Poetry to share: MIMPI

                                                                                Friday, 23th January 2009


Bagiku
Hidup dalam kesendirian itu mudah
Hanya kadang sering saja terasa menyakitkan
           Jika bangkit lalu berlari
           Mengejar cahaya di depan mata
           Dan tak penuh kesungguhan jiwa
           Hanya akan mendapat  asap
Tak perlu menghadapi mimpi kosong
Wujudkan segalanya
Kenali dirimu, pahami kekuatannya
           Jangan lepaskan apa yang di dapat
           Genggam terus dan bawa pergi
           Jauh tinggi menuju angkasa
           Ikut berkilau dengan bintang-bintang
Pahami kekuatanmu
Kerahkan seluruh tenagamu
Bangkitkan seluruh memori
Wujudkan apa yang kauinginkan
                                                                                    Fina Kamilah                 

Selasa, 09 Februari 2010

MY FRIEND by : 1996, Kyra

MY FRIEND

© 1996, Kyra
I would hate to say it,
but our friendship just can't last.
The wonderful times we shared together,
have faded to the past. 

I told you it would happen,
that our friendship was bound to end.
Although I know you care,
I cannot consider you as a friend. 

Please don't try to argue,
just try to understand.
That time can change people,
as the tide can change the sand. 

Our friendship has been lovely,
but you see it has an end.
For now I fell in a different way,
I've fallen in love with you my friend. 


 

Falling In Love... by : Anon



Rabu, 28 Oktober 2009

Puisi Sahabat (sumber Anonim)


Puisi untuk sahabat



sahabatku………
seberat apapun masalahmu
sekelam apapun beban hidupmu
jangan pernah berlari darinya
ataupun bersembunyi
agar kau tak akan bertemu dengannya
atau agar kau bisa menghindar darinya
karena sahabat…..
seberapa jauhpun kau berlari
dan sedalam apapun kau bersembunyi
dia pasti akan menemuimu
dalam sebuah episode kehidupanmu
sahabatku……
alangkah indahnya bila kau temui ia dengan dada yang lapang
persilahkan ia masuk dalam bersihnya rumah hati
dan mengkilapnya lantai nuranimu
hadapi ia dengan senyum seterang mentari pagi
ajak ia untuk menikmati hangatnya teh kesabaran
ditambah sedikit penganan keteguhan
sahabat…….
dengan begitu
sepulangnya ia dari rumahmu
akan kau dapati
dirimu menjadi sosok yang tegar
dalam semua keadaan
dan kau pun akan mampu dan lebih berani
untuk melewati lagi deraan kehidupan
dan yakinlah sahabat……..
kaupun akan semakin bisa bertahan
kala badai cobaan itu menghantam
sumber : anonim