"Depression (major depressive disorder) is a common and serious medical illness that negatively affects how you feel, the way you think and how you act. Fortunately, it is also treatable. Depression causes feelings of sadness and/or a loss of interest in activities once enjoyed. It can lead to a variety of emotional and physical problems and can decrease a person’s ability to function at work and at home." (Parekh, 2017)
I always want to be a normal person. I never have a slight of thought that I would suffer depression for months. Honestly, I'm not sure it's a depression or not, because I didn't consult to a real psychologist. But by reading some mental illness research paper, it closely refers to depression. I may be wrong, so please give me some advices.
Some series of events have drown me into thoughts that killed all of my motivations to live. I became suicidal everyday and it really scares me. I also lost interests in music, digital artwork, basically, everything. Some people kept complaining why I couldn't do things better like I did before. Some of them are making fun of it even when I trusted them and brave enough to say that I was suicidal.
I became so sensitive to tones. I don't understand why I kept screaming back when I heard people yelling to me. No sounds came out from my vocal cords but I kept screaming in my mind. Until I couldn't hear what are really happened in reality. Once it got worse, I protect my ears with both of hands and halfed-conciously started to pull my own hairs.
I've got sad and cried for no particular reasons. I spent days and nights by sleeping and eating (only) lunch. My body became weak, but I don't have any motivation to make it fit. I kept asking why I lived. I'm afraid of what happened in after life. Every seconds, I saw what I did wrong in the past and I was so afraid of it. I'm spending time to see rays of sun behind the curtains, and live in a dark world after my eyes shut.
A lot of friends send motivations, but I feel those words are empty. They might be bored to listen to me. I shut myself from outer world. People kept coming when they need me and I was glad to help. But I stopped telling anyone what I felt because it might bore them. Basically I said the same things over and over again because it haunted me... I'm on the edge to end my life and I guess it's the right thing to do to say goodbye.
Until a friend which had suffered depression before, talked to me in such a really pleasant way. She... was so nice and I felt like she is the one who understand me... She was shocked to hear about my condition and didn't expect that would happen to me (because I looked normal', duh). I didn't expect that she would contact me again yet, it happened.
At that time, she gradually help me to turn into my oldself and now I'm back. Music also saves my life for several times... The combination of the positive energy gave me strength to stand and rise again.
I never asked for this mental illness, but I have learnt a lot of valuable lessons from it. :) Oh, and I'm not fully healed yet...
Jumat, 22 Desember 2017
Minggu, 15 Januari 2017
I want becoming part of something bigger.
A life full of curiousity, looks better than, a life where you can get what you want instantly.
May some people love to relax and enjoy things to live on.
But how I find this is not the purpose of my life?
I always get excited for something that I really live and need problem-solving.
Senin, 29 Agustus 2016
Harsh Words.
Pernah ngerasa kalau kata-kata kasar yang orang ucapkan di media sosial ditujukan kepadamu?
Aku pernah.
Semua orang pernah.
Terlepas itu semua hanya prasangka.
Tapi kadang kebenaran sudah terduga di dalam pikiran.
Aku,
Dan segala kelebihanku.
Aku juga manusia.
Aku punya banyak salah.
Aku tidak terlahir untuk menaklukan segalanya.
Walau ingin, walau berusaha.
Manusia punya batas.
Kamu terlahir dengan bakat yang berbeda.
Terus kenapa kamu mau bakatku?
Sedangkan kamu sendiri tak pernah bertanya apa aku mau bakatmu?
Aku mau bakatmu?
Ya, aku mau.
Tapi aku tidak mau membuang apa yang aku punya. Adilkah? Menurutku tidak.
Apa indahnya hidupmu jika kau memiliki segalanya?
Hidupmu tak berarti.
Bosan.
Monoton.
Pada akhirnya kau hanya membanggakan dirimu sendiri.
Bertingkah congkak.
Aku memang terlahir dengan hal yang kau inginkan.
Dan kau terlahir dengan bakat yang aku inginkan.
Namun jika aku harus menukar bakat ku untuk memiliki bakatmu?
Aku tak sudi.
Aku bangga dengan diriku.
Meski cercaan teman, sanak saudara, keluarga menghunjami hati.
Aku masih bangga.
Aku memang iri.
Tapi aku juga tau diri.
Buat seseorang yang disana.
Mungkin kau bertanya-tanya,
"Apakah aku orang yg kau maksud?"
Silahkan menebaknya.
Biarkan menjadi misteri.
Tapi hati selalu tahu.
Minggu, 05 Juni 2016
The Fallen Ace
Aku memang selalu melihat langit yang kosong.
Luas.
Biru.
Awan putih berarak.
Semuanya memang hanya milikku,
Damai.
Aku tak pernah mengindahkan hingar bingar di sekelilingku.
Atau
lebih tepatnya, jauh,
di
bawah
sana.
Terlahir menjadi seseorang yang dibanggakan itu, tidak pernah membuatku menyadari bahwa posisi kehidupanku jauh lebih rendah dari orang lain. Maksudku, ya pasti, orangtua kalian membanggakan diri kalian, membesarkan hati kalian dimana kalian satu-satunya permata berharga bagi mereka.
Namun ayolah,
kadang pengakuan orangtuamu sendiri tidak cukup.
Mendengar begitu banyak pujian sejak kecil, membuatku selalu mendongak ke atas.
Dimana hanya ada langit dan awan.
Kosong.
Tapi tidak hampa.
Aku bisa mendengar banyak orang mengelu-elukan namaku dari bawah sana,
Pemandangan itu tidak berlangsung terlalu lama...
12 tahun...
Apakah waktu berjalan begitu cepat? atau begitu lambat?
Bagiku semuanya serasa sempurna.
Waktu tak berjalan terlalu cepat atau terlalu lambat.
Ia mengalir begitu indah, menghanyutkanku dalam berbagai ruang memori palsu yang terkadang ditutupi kebohongan. Indah. Selalu indah.
Aku tak ingin menyalahkan siapapun.
Siapapun apalagi kebenaran.
Ya...
Pemandangan itu bukan milikku lagi.
Langit itu, awan itu...
Bukan milikku lagi.
Sayap-sayap lain menghantarkan pemiliknya melesat melewati aku.
Siapa mereka?
Sejak kapan mereka ada?
Kenapa aku tak pernah melihatnya?
Aku yang tak pernah bertemu dengan mereka.
Mengerti rasa iri dan kagum disaat yang bersamaan.
Aku tak mengerti kenapa rasa ini bisa bercampur aduk?
Bukannya mereka hal yang saling bertolak belakang?
....
Ah
Mereka...
Mereka
Mereka
pun
semakin
jauh...
Langit tidak berwarna biru.
Langit berwarna-warni...
dan sayap-sayap lain terus bermunculan.
Meninggalkan
Aku.
...
Mereka seharusnya selalu ada di bawah...
Mereka...
Sejak kapan mereka menumbuhkan sayap?
Apa semua ini salahku?
Salahku?
Karena tidak melihat ke arah mereka...
Salahku ?
Karena aku selalu mendongak ke arah langit?
Tunggu aku...
Aku
....
Kalian...
Mematahkan sayapku...
Senin, 14 Maret 2016
My Dearest Prince
Please pardon my grammar as I'm not taking the class seriously.
It has been a long time to know him...
Still I want to know more.
I need to admit, I shocked for some times to see how human changes his/her mind.
However it is the most beautiful things that ever happened to a person.
My boyfriend.
I used to be haunted by the shadow of my ex.
I cried and prayed. Cried and prayed.
Make sure I won't separates my soul from its body before its' time.
The shadow was too strong to be vanished
It appears that for a long time, I've been living in a certain place.
A certain place that trapped me for such a decade (forgive me to exaggerate it)
I know God will never abandon my prayer.
I just need more patience to keep waiting.
Sometime I want to give up and just curl up in my own cemetery.
However something keeps me awake.
I remember how the first time I had a feeling for you.
It was just through the thousands of colorful pixels which represents you.
I remember the first time you stepped into the room,
With your glasses and those I-don't-care attitude.
You.
And with all of those your sarcastic words and actions.
Creates a big gap between you and my ex.
It ruins all the memory that I was hope for fulfill my expectations.
I cry a lot. I don't want a sarcastic person like you.
But with your words you created my strength.
With your actions you created my attitude.
And by all meanings,
I know your flaws, I know those harsh words...
But I just can't letting you go...
No,
Never.
I thought I can.
But I can't.
There's always something...
Something that I felt strange.
That helps me find my way back to you.
I never want to change you.
You are you, and always be you.
No need to change anything.
But through the time we are together.
You change. Better.
I love the way you used to, but I'm loving more the way you are now.
After I know more about you. I just can't let you leave from my life.
Thank you.
Even when there will be a time when we need to separate. (Which I wish there won't)
I will always love you.
Rabu, 17 Juli 2013
Perjuangan yang terbayar~
Selasa, 25 Desember 2012
Today~ :D
Senin, 24 Desember 2012
Diary~
it's nice to meet you in this nice afternoon~
I'm supposed to be in my holiday~
doing some stuff that could make me happy or something like that...
but, truly~ this is a sh*tty week,
even today is christmas' eve, I must doing my tasks from lecturers~
haaahh~
and in 3th Jan 2013, I will do last exams in my college~
.__.
wish me luck, ok!
oh yeah~ daddy said, my hair is not good for me~
he even said I look like a b*tch!
what the h*ll he talked about...
in this christmas eve, I supposed to doing something good...
not talking with bad attitude... but it's harrassing me~ everyone just talk about my hair, my hair and MY HAIR!!!!! annoying!
and, now, what do you think about my hair??? .__.
Selasa, 20 April 2010
Cerpen : a memory in Tokyo
“Chikara-san, Ini ada sedikit makanan yang masih hangat sisa penjualan tadi. Terima kasih banyak atas bantuannya hari ini.. Meskipun ini hari terakhirmu bekerja, saya akan selalu membutuhkan bantuanmu” Bu Keyko memberiku sebuah bungkusan yang hangat.
“Ahh, terimakasih banyak Keyko-neesan. Sampai bertemu lagi..” ucapku sambil membungkuk hormat dan melambaikan tangan padanya. Selesai sudah liburan panjangku dan juga kerja part timeku. Hari ini cuaca sungguh dingin sehingga aku harus merapatkan syalku lebih rapat ke leherku. Aku berjalan menuju central park atau taman terdekat.
Taman tersebut dipenuhi anak-anak yang sedang bermain melihat salju pertama ditemani orangtua dan beberapa anjing peliharaan ikut beserta main dengan mereka meskipun hari ini sudah malam. Ahh, seharusnya aku harus segera ke stasiun kereta menaiki shinkansen yang menuju Yokohama, tempat dimana aku akan sekolah kembali lusa depan di sekolah yang menyenangkan dengan teman-teman baruku yang berasal asli dari Negara Sakura ini.
Setelah berpikir lama, entah kenapa aku akhirnya duduk di bangku taman dan membuka bungkusan pemberian Keyko-neesan. Aah! Mount blanc dan croissant kesukaanku. Aku tersenyum sesaat sampai aku melihat ke bawahku bahwa disana ada anak anjing keci putih yang kumal yang sedang menengadahkan kepalanya ke arahku dengan lidah menjulur.
“Hoi, kamu lapar juga ya? Makanya kamu kesini?” Tanyaku meski aku tahu dia takkan mengerti. Ekornya mengibas-ngibas senang dan aku hanya bisa manyun.
“Ooh, Oke-oke.. kamu pasti mau kan? Nih aku bagi dua, untung croissantnya ada 3, nih makan ya!” aku melemparkan sepotong croissant padanya dan melahap croissantku dengan cepat karena takut diminta si gukguk kecil itu lagi.
“Guk! Guk!” Ia mengonggong senang 2 kali. Mengibaskan ekor kepadaku dan membawa croissant pemberianku dengan senang ke tempat persembunyiannya.
“Huum.. Anjing liar toh..” aku manggut-manggut sendiri dan kembali memakan croissant yang lainnya dan menyisakan mount blanc untuk esok hari.
Sekarang taman mulai sepi. Hanya tinggal beberapa orang yang masih di taman sepertiku. Aku melihat ke atas dan tersenyum ketika keeping-keping Kristal salju menyentuh wajahku.
Lalu, aku membuka catatan kecil yang selalu ada sejak aku masih di bangku SMP. Catatan itu penuh dengan berbagai catatan penting yang selalu aku ingat.
Ketika asyik membolak-balik catatan tersebut, ada halaman yang membuatku tertegun. Catatan dari seorang temanku di kelas 8, yang dulu pernah menjadi sahabat terbaik untukku.
Catatan itu berbunyi seperti ini,
“Jangan lupa, di depan masih ada perjuangan yang haru kita lewati demi mencapai cita-cita. If you stay stupid, it`ll make your life harder.. So just try and try..”
“Hei Rei-san, andai kamu tahu, aku sudah berhasil berkat kata-katamu itu. Aku mecoba memutar kembali semua memori yang ada pada waktu itu. Kakrakterku sukses berhasil dirubah olehnya. Aku sendiri sangat bersyukur karena bisa menjadi seperti ini. Aku bahkan selalu diajari hal-hal yang berguna darinya. Itu membuatku lebih mengenal hal-hal yang menyenangkan.
Suatu hari, seseorang yang juga sahabatku meminta aku menjauh darinya. Kenapa? Aku juga tidak tahu. Namun, sejak saat itu kehidupan yang penuh kebohongan bagiku dimulai. Aku tahu aku adalah orang lemah yang mudah luluh atas perkataan orang lain dan itu sangat sukses membuat aku tidak mengenal Rei lagi.
Tak ada seorangpun yang mengetahui kebenaran yang tersembunyi di balik hal ini semua. Dan aku sudah tidak tahan lagi atas perlakuan anak-anak yang selalu menyentekku apabila apapun yang mereka tidak sukai aku lakukan, maka aku pun melakukan hal yang terbodoh yang pernah aku lakukan. Pindah kelas untuk jauhi Rei...
Itu sesuai dengan yang mereka inginkan bukan? Aku sungguh-sungguh bodoh saat itu...
Aku pun pindah kelas... hari itu.. aku berdiri di depan kelas lamaku. Dan mataku tertuju pada Rei untuk terakhir kalinya di kelas itu. Ia sama sekali tak melihatku dan mencorat-coret sesuatu di kertasnya. Apa yang kau pikirkan teman? Aku harap kau bisa membantu masalahku ini.. Namun, aku terlalu banyak merepotkan kamu teman, suatu saat akan ada waktunya dimana aku yang akan menolongmu... Namun, aku rasa waktu itu tidak akan pernah datang.
Di kelas baru, kehidupan seperti neraka dimulai... kehadiran teman sebangkuku tidak ada selama seminggu, dan aku tisak bisa berbicara dengan siapapun di sekolah! Aku anak yang terlalu malu untuk meyapa lebih dahulu. Aku sendirian! Aku bosan dengan kehidupanku ini. Aku menatap ruang kelas lamaku dan ada yang terasa sakit di hati...
Aku hampir mogok sekolah! Aku tidak mengenal teman-teman baruku. Mereka menatapku dengan pandangan yang membuatku sakit. Aku tak bisa berbagi! Aku sakit dan tidak sekolah. Sampai akhirnya, ada seseorang di kelas itu yang dengan tulus memuji selembar kertas dengan gambar yang kuno dan jelek milikku itu. Dia Seishin. Akhirnya, terimakasih teman.
Namun Rei tetap seorang sahabat yang hebat bagiku... Tapi, tidak akan ada yang tahu keadaan yang sebenarnya dariku. Karena aku hanya sendirian disini.”
Lamunanku terhenti saat mendengar dengkingan anak anjing yang ku kenal tadi. Sepertinya ia sangat kesakitan. Aku berusaha mencari sumbernya. Dan kutemukanlah, segerombolan anjing liar yang besar sedang menyerangnya berusaha mengambil croissant pemberianku.
Aku sendiri bingung tak tahu harus berbuat apa. Aku juga takut dan tidak pernah mengahadapi anjing liar yang ganas sebanyak itu. Saat, kondisi sudah semakin parah dan tubuh anak anjing itu berlumuran darah, aku nekat juga mengambil sebatang kayu dan berlari ke arah anjing-anjing liar itu.
Dan, aku melihat seekor anjing kecil berbulu coklat-putih tiba-tiba melompat dan menyerang segerombolan anjing liar itu. Mencoba menyelamatkan temannya sepertinya. Aku dengan cepat, menggendong kedua anak anjing yang mulai kewalahan itu dan berlari sekencang-kencangnya, memungut batu, memanjat pohon, dan bersembunyi sampai aman.
Aku membawa kedua anak anjing tadi ke apartemenku setelah aksi kejar-kejaran yang tidak karuan itu. Ahh... Sungguh, hari melihat salju pertamaku di Tokyo rusak sudah dengan insiden yang berbau aksi kejar-kejaran seperti ini.
Kedua anak anjing itu sadar dan seolah-olah tersenyum melihatku. Aku memberikan mereka sepiring susu dan sisa roti dan daging ayam bekas makanku kemarin.
“Ini, untuk kerja kerasmu sampai kalian habis-habisan saling melindungi satu sama lain.” Aku tersenyum. Dan esoknya, aku melepaskan mereka di dekat pekarangan apartemenku dan melambai pada mereka yang mengonggong dan mengibaskan ekornya padaku seolah berkata “terimakasih”. Aku tersenyum dan membawa tasku menuju Yokohama.
2 tahun kemudian...
Aku tidak pernah menduga bahwa aku akan kembali ke Tokyo lagi setelah aku lulus dari SMA ku. Hari yang sama pada waktu itu. Kedatanganku tepat saat Tokyo kembali dipenuhi salju untuk hari pertamanya. Aku tersenyum saat keluar bandara dan menengadahkan kepala, kembali menikmati keping-keping kristal salju yang dingin di mukaku.
Aku kembali ke central park dan duduk di bangku taman.
“Guk! Guk!” ada suara gonggongan yang aku kenal. Aku berbalik dan mendapatkan dua anjing yang pernah kutolong berlari ke arahku dengan senang. Aku merasa terharu dan senang. Sampai aku melihat ada kalung leher di leher kadua anjing itu.
“Kyou, Hiro..! tunggu aku sebentar..” Aku bertanya-tanya. Siapakah yang memiliki kedua anak anjing ini sekarang? Apakah orang yang baik? Dia sudah sangat baik untuk memungut anjing-anjing ini.
Dan saat aku berbalik, aku sudah tidak sanggup berkata-kata. Ada sesuatau yang hangat di pipiku.
“Chikara??” dia bertanya... Aku terdiam... Karena, aku tahu... Dia adalah Rei-san... Akhirnya, terimakasih ya Allah... Kau mengizinkan rei mengetahui keadaan yang sebenarnya tentang masa lalu yang suram itu... Terimakasih ya Allah...
Tamat
Jumat, 19 Maret 2010
Mau bikin cerita...
Ide cerita kelas 1 SMA
Dimulai dari seorang anak perempuan yang rendah diri, namun berbakat di bidang Piano & Gitar bernama Rea.
Sudah tak tahan lagi dengan segala ejekan teman-teman barunya yang selalu menganggapnya lebih payah daripada saudara sepupunya, Yean. Rea berhenti bermain musik & tak pernah menyentuh alat-alat musiknya dan menyendiri serta ditemani kucingnya saja, Shira.
Sampai saat dia bertemu roh anak laki-laki bernama Amoru & roh kucingnya bernama Evangelion. Sesuatu merubah diri Rea. Sampai ia akhirnya berani kembali bermain alat musik bahkan mengikuti konser di kota barunya.
Namun di saat-saat penting menjelang konser, Amoru menghilang. Rea yang bingung mencarinya, akhirnya tahu rahasia Amoru yang sebenarnya. Apa yang akan dilakukan Rea jika tahu yang sebenarnya?
Singkatan cerita “ The witch from North Pole”
Ide cerita kelas 1 SMA
Dimulai dari 5 tingkatan penyihir dari yang terendah, Imion, Herbinik, Sparean, De`Amor & Madam/Mister. Chi adalah seorang De`amor yang mempunyai guru, Madam Maiseul Margolo.
De`Amor Chi adalah senjata bagi Madam Maiseul. Namun De`amor Chi harus kehilangan guru sekaligus sahabatnya (madam Maiseul) saat menyelesaikan pertikaian perpecahan keluarga Kitsuru (teman masa kecilnya)
De`amor Chi mencri keluarga aslinya, Ia mencari bersama Magellan (jelmaan manusia dari payung hitam terbang kepunyaan De`amor Chi). De`amor Chi merasa berbeda karena dia satu-satunya penyihir yang menggunakan payung terbang, bukan sapu terbang.
Adapun 1 klan yang punya ciri khas seperti itu yaitu klan Skanoeuv. Namun, tak ada 1 pun diantara mereka yang menggunakan payung hitam. Karena warna hitam adlah ciri khas klan Margolo (keluarga Madam Maiseul). Dan kabarnya klan skanoeuv sedang diburu okeh klan penyihir Margolo. Ada apa sebenarnya?
Singkatan cerita “ The Miracle of the tower”
Ide cerita kelas 2 SMP
Mereka dihadapkan dengan perang dahsyat, Identitas asli Kemaru, dan di lain pihak, Tana harus menerima bahwa sebenarnya dirinya adalah anak angkat.
Kamis, 18 Maret 2010
Partner Yoyo Pertamaku... :)
heheehhee... Setelah perjuanganyang rada-rada lama dalam mengumpulkan uang.. (hikz..hikz... mohon jangan dibahas..)
Karena terlalu hepii.. bingung mau beli yoyo apa waktu itu. Dan, akhirnya dari beberapa kandidat... pilihan terjatuh pada Pgm dengan corak biru-kuning yang cantik ini..!
Hari kedatangan Pgm baru2 ini lhoo... Tepatnya hari Jumat.. Tanggal 12 Maret 2010..
Waktu hari itu... qw bener2 deg2an nungguin kedatangan Pgm ku yang imut2 itu.. hehehe..
Dan, sobatku Idan yang ngebawainnnya nyuruh dateng qw pagi2 ke skula..
Akhirnya dengan semangat `45 aku pergi ke sekolah pagi2 bener.
Sampai kelasku itu masih kosong melompong dan hanya dihuni oleh 2 orang. Yang 1nya adalah Rizky Putri.. yang 1nya lagi aku yang datang dengan ngos-ngosan.
Hooaah.. udah berharap Pgm cepet datang... udah dag-dig-dug.. nunggu2... harap-harap cemas gituu deh... Haduuh.. udah disuruh dateng pagi2.. c Idan mana siih!!!??
Pgm saia ituu..
Baru aja udah Keki2 gak jelas n melangkahkan kaki menuju bangku tempatku duduk.. (paling pojok dekat jendela n urutan ketiga) tiba2 terlihat sesosok orang yang membawakan pgmku!!!! yeaaah..!!!!
Aku udah Hepi2 gak jelas n teuteup lari sambil bawa tas supeerr gede yang berat...
n aku udah senyum2 gak jelas waktu Idan ngerogoh2 tasnyaa..
Haduuuh.. PGM niih!!! PGM gituuu!!!
Wew... gak tau kenapa... dia kayak yang lupa gitu dah.. n kayaknya keliatan kayak ada yang kelupaan gituu..
Tidaaak..! Aku udah lama nunggu Pgm kecilku yang imut ituu..!!!
Cepat serahkan..!!! Ghraaaaa....!!!!!!
Trus dy ngomong dah.. "Beneran mau nih Pgm..?"
Haduuh..!!! Udah gak sabar deh..!!!! Aku pastinya bilang "Ya iyaaalaaaaah..!!!!" >.<
Akhirnyaaaaa....!!!! Aku menyentuuuh wadah tempat Yoyo Pgm disematkan..!!!
Heppi bangett!!! Kayak ketemu sesuatu yang udah hilang dari lamaa!!!!
Mau nangis..
Ahaaa.. pertama kali nyentuuh Pgm kecil itu di tanganku!!!
n seharian itu akhirnya aku habiskan waktu dengan main2 dengan hubstack si kecil pgm yang kuberi nama Bluuind..
Okaaaayyy.. segtulah kisahku ttg yoyo baruku..!!!
Senin, 27 Juli 2009
Hepinya!!!
mulai dari hari SabTuuu.,
nHa hepii., muluuu., ^^
Kenapa ea???
nHa juga gaTaOO., ^^
Tapi.,,,,,
SebeneRnya aDa seseoRaNg yaNG sekaraNg bisa ngertiin nha., ^^
Ehehehe.,
Jadii seneNg., ^^
Habiss jaRaNg kaLoo ngomonG udaH ada yaNg nyaMbuung.,
XO
Waktu dulu ciYh.,
Adaaaa.,
ada Holly-san., Tapi pas SMA maH combonK akh!!!!
TerUs., Naru-saN., malaH pindaH ke Solo.,
SekaraNg yaNg ada tinggaL Seishin-Kun di X-4.,
Tapii., sekaraNg ada aGy.,
Huaa., nha ceneng.,
Tapii.,
ntaR aGY juga pasTI kayaK keJadian eaNG sebelum2.a..,
Huaaaa., mo taU???
Tunggu tanggaL maennya., ^^
Jumat, 06 Maret 2009
AhHhh..Aku Gy beTe..

TapI ya.., Mo gimaNa laGi.., taU gaK?? SelaMa ini, aKu coBa bersikaP sOK beraNi daN benaR2 menGubaH totaL keHidupaNku seHingga BerubaH jaDi oraNg baweL kayaK gene...
SebenaRnya..,
AKU beneR2 peNdiam LhOoo..
Cuma "sesuaTu" memaKsaKan aKu beruBaH!!!
TunGgu laNjutaNnya!!!

